MASIGNCLEAN103

CINTA ibarat JERUK


Banyak yang bilang "Cinta itu Indah", tapi tak sedikit pula yang mengklaim jika "Cinta itu Menyakitkan". Banyak orang tertawa karena cinta, begitu pun banyak yang menangis karena cinta. Satu objek yang mempunyai dua penilaian yang berlawanan satu sama lain.

Pada dasarnya, Cinta itu indah, karena memang cinta itu ialah anugrah dari Tuhan, dan yang namanya anugrah tak pernah berupa hal yang menyakitkan. Tapi, kenapa masih ada juga yang menangis karena cinta? (oh ea, Cinta yang dibahas di sini cinta ke sesama jenis yang g'ada sangkut pautnya dengan hubungan kekeluargaan)

Oke,, semua setuju kalau cinta itu anugrah. Nah, di sini cinta saya ibaratkan adalah sebuah jeruk. Ada jeruk yang manis, ada juga jeruk yang asam. Manis atau asamnya jeruk, jeruk tetaplah buah yang mengandung vitamin dan baik buat kesehatan. Begitu juga cinta, tawa atau tangis karena cinta, cinta tetaplah anugrah dan fitrah manusia.

Suatu ketika ada dua orang yang di tangannya masing-masing terdapat satu buah jeruk, dan kedua orang tersebut tidak tahu apa itu jeruk dan tidak pernah memakannya. Kemudian, kedua orang tersebut mengupas dan memakan jeruk mereka masing-masing. Ternyata, jeruk yang dipegang orang pertama begitu manis, sedangkan jeruk yang dimiliki orang kedua sangatlah asam. Orang pertama menyimpulkan bahwa "jeruk itu manis dan enak", sedangkan kesimpulan yang diberikan orang kedua "jeruk itu asam dan tidak enak". Dalam kasus ini kan sama dengan dua persepsi seseorang tentang cinta. Kalau anda tidak pernal mengenal cinta kemudian tahu-tahu anda dihinggapi perasaan cinta tersebut, maka itu ibarat dua orang tadi yang sama-sama gak kenal jeruk. Kalau nasib anda beruntung ya dapat jeruk yang manis, tapi kalau kurang beruntung ya anda akan dapat jeruk yang asam, yang dalam hal cinta anda akan sakit dibuatnya.
Sakit atau bahagia karena cinta itu bukanlah hal yang penting. Sama halnya manis atau tidaknya buah jeruk, buah jeruk tetaplah menyehatkan. Begitu juga dengan cinta, Indag atau menyakitkannya cinta tersebut, cinta tetaplah cinta, dan sekali lagi cinta adalah anugrah.
Jadi, jangan pernah takut untuk mencintai seseorang dan jangan pernah takut sakit hati karena cinta... Karena cinta itu Indah, dan terkadang keIndahan tersebut bersembunyi di balik keburukan. Cinta itu membahagiakan, dan terkadang kebahagiaan selalu bersembunyi di balik penderitaan.

Bagi yang pernah tersakiti karena cinta, g'usah takut mencintai lagi, kadang kita mesti gagal terlebih dahulu untuk mencapai sukses, termasuk dalam cinta..

Tuhan itu adil, tidak mungkin Tuhan menjatuhkan penderitaan kepada hambanya terus menerus,,,,,, positive thinking kepada semuanya,,kepada diri kita, kepada orang yang kita cintai, dan yang pasti positive thinking kepada Allah SWT...

Share This :
Zacky Muzakkil

Pergi adalah keniscayaan, tapi "dilupakan" atau "melupakan" adalah pilihan. Dan menulis adalah cara terbaik untuk membuat diri kita tak terlupakan oleh waktu.