MASIGNCLEAN103

FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM


A.    Pengertian
     Dalam Filsafat Pendidikan Islam terdapat dua komponen yang terlebih dahulu harus dipahami, yakni apa itu Filsafat serta apa itu pendidikan Islam.
     Filsafat ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu philos dan sophos. Philos bermakna love/ cinta, sedangkan sophos mempunyai arti perdamaian (wisdom), kebijaksanaan, kearifan, pengetahuan, hikmah (kefahaman), dan kebenaran. Jadi, arti filsafat secara etimologi adalah cinta kepada perdamaian, kebijaksanaan, kearifan, pengetahuan, hikmah, dan kebenaran. Adapun filsafat secara terminologi adalah berfikir (arti yang paling sederhana). Sedangkan menurut Sidi Gazalba, filsafat secara istilah adalah berfikir secara mendalam, sistematis, logis, radikal, dan universal untuk mencapai hakikat kebenaran sesuatu.
     Diatas sudah dijelaskan tentang apa itu filsafat, kemudian pembahasan selanjutnya mengenai pengertian dari pendidikan Islam. Menurut Ahmad Tafsir, pendidikan Islam adalah usaha secara sadar dan sengaja dari seorang pendidik terhadap peserta didik untuk mengembangkan potensi jasmani-rohani menjadi manusia yang sempurna (Insan Kamil). Pertanyaan kemudian timbul, kenapa tujuan dari pendidikan Islam adalah membentuk manusia yang sempurna? Bukankah tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Jika memang demikian, maka pendidikan Islam ini tak ubahnya seperti impian untuk bisa melihat sekumpulan bintang di siang hari yang begitu terik.. Akan tetapi yang dimaksud dari tujuan pendidikan Islam ini bukanlah menjadikan manusia menjadi Insan Kamil dalam pengertian yang sesungguhnya. Insan Kamil disini adalah manusia yang tidak hanya mengetahui ajaran Islam secara teori saja, akan tetapi menjadi Muslim yang disamping tahu ajaran Islam secara teori, tapi juga menpraktikkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Inilah tujuan diadakannya pendidikan Islam.
     Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Filsafat Pendidikan Islam adalah berfikir secara mendalam, sistematis, logis, radikal, dan universal untuk mencapai hakikat kebenaran pendidikan Islam.
     Lantas, apa bedanya “Filsafat Pendidikan Islam” dengan “Filsafat Pendidikan”? Filsafat Pendidikan menggunakan kerangka pemikiran yang masih ditinjau secara umum, bisa jadi pemikiran-pemikiran yang dipakai berasal dari non-Islam, sedangkan Filsafat Pendidikan Islam menggunakan kerangka pemikirannya sudah ditinjau dari segi agama Islam, meskipun terkadang juga menggunakan pemikiran dari non-Islam sebagai pembanding.
B.     Dasar Filsafat Pendidikan Islam
Dasar dari Filsafat Pendidikan Islam ini ada dalam al-Qur’an dan Hadist, seperti yang terdapat dalam Q.S. al-Baqarah (2:269),yang artinya: “Allah menganugerahkan Al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar Telah dianugerahi karunia yang banyak. dan Hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”
Kata الحكمة  , يذكر , dan اولوالألباب yang menjadikan ayat di atas dijadikan dasar dari Filsafat Pendidikan Islam, karena jika kita kembali pada pengertian filsafat secara etimologi yang mengatakan filsafat adalah cinta kepada hikmah, maka الحكمة dalam ayat di atas sesuai dengan pengertian dari filsafat itu sendiri.
Nabi pun pernah bersabda,
خذ الحكمة من اي وعاء خرجت
Artinya: “Ambillah hikmah (pengetahuan yang dalam) dari arah manapun keluarnya (hikmah).
Dalam hadist lain pun nabi bersabda,
الدين عقل لا دين لمن لا عقل له
Artinya: “Agama itu akal, tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal.”

C.     Urgensi Filsafat Pendidikan Islam
Menurut Oemar M. al-Toumi al-Syaibani, ada dua urgensi dari Filsafat Pendidikan Islam:
a)      Mengarahkan perancang dan pelaksna Pendidikan Islam untuk memiliki pemikiran yang benar di dalam segala hal, yakni menentukan tujuan pendidikan Islam; menentukan bagaimana menyelesaikan permasalahan-permasalahan pendidikan Islam; dan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam,
b)      Sebagai dasar dalam penilaian pendidikan Islam.
Sedangkan menurut M. Arifin terdapat dua urgensi dari Filsafat Pendidikan Islam, meskipun pernyataan M. Arifin ini berbeda dengan pernyataan Oemar M. al-Toumi al-Syaibani, menurutnya urgensi dari Filsafat Pendidikan Islam adalah:
1.      Mengarahkan proses pendidikan Islam supaya bisa menggunakan al-Qur’an dan Hadist sebagai suatu landasan,
2.      Memberikan kritik atau evaluasi terhadap proses pelaksanaan pendidikan tersebut.
Share This :
Zacky Muzakkil

Pergi adalah keniscayaan, tapi "dilupakan" atau "melupakan" adalah pilihan. Dan menulis adalah cara terbaik untuk membuat diri kita tak terlupakan oleh waktu.