Banner

"PLAK"


Anton adalah seorang profesor penemu ulung. Ia berhasil menciptakan robot yang bisa mendeteksi kebohongan. Suatu hari, ia berhasil menciptakan robot yang dapat mendeteksi kebohongan. Robot itu secara otomatis akan menampar seseorang yang berbohong.
Dengan bangga, Anton pun membawa robot tersebut ke ruang keluarga menunggu anaknya. Setelah berjam-jam menunggu, anaknya tak kunjung datang juga. Dan akhirnya baru sore harinya sang anak pulang.
“Kamu dari mana? Kok jam segini baru pulang?”, tanya Anton.
“Ada pelajaran tambahan, Pa.” jawab sang anak
*PLAK*, sang robot menampar si anak.
“Kamu pasti berbohong. Robot ini akan menampar siapa saja yang bohong. Barusan kamu pasti berbohong. Sekarang jawab pertanyaan ayah. Kamu dari mana? Kenapa jam segini baru pulang?”
“Maaf Pa, aku habis nonton film di rumah teman”.
“Film apa?”
“Film Sinetron”
*PLAK*
“Ayo, katakana dengan jujur! Film apa yang kamu tonton??”
“Maaf Pa, aku nonton film porno.”
Anton pun marah besar mendengar jawaban anaknya.
“Kamu itu, kecil-kecil sudah nakal, mau jadi apa kamu? Kurang ajar! Bikin malu saja. Papa saja waktu seumuran kamu gak pernah melakukan hal senakal kamu!”
*PLAK* (Robot itu menampar Anton).
Suasana pun hening beberapa saat.
Tak lama kemudian, Istri Anton pun datang dan langsung mengomeli si Anton, “Memang benar, buah gak akan jatuh jauh dari pohonnya, ya kan Pa? Bagaimana pun juga ia tetap tetap anakmu, jadi…..”
*PLAK* (Sang robot menampar istri Anton sebelum ia menyelesaikan kata-katanya).
Semuanya pun akhirnya terdiam.


(Diadopsi dari buku "Mati Ketawa ala Pekerja", karya Maruli Pardamean, penerbit Andi, Yogyakarta)

Subscribe to receive free email updates: