Banner

ISLAM RAHMATAN LIL'ALAMIN


Islam adalah agama yang bersumber pada wahyu yang bersumber dari Allah, bukan dari manusia, adapun kedudukan nabi Muhammad adalah sebagai yang menyampaikan wahyu tersebut kepada manusia. Terdapat dua sumber ajaran dalam Islam, yaitu Al-Qur’an dan Hadist.
Hakikat Islam bukan hanya mengenai satu-dua segi saja, melainkan mengenai berbagai segi dari kehidupan. Ajaran terpenting dalam Islam adalah tauhid, yakni pengakuan bahwa Allah itu Esa, Allah adalah Dzat yang tunggal dan tunggalnya Allah ini adalah Tunggal yang mutlak, bukan tunggal dari 1/3 dikali 3. disamping ajaran tauhid tersebut, terdapat pula ajaran tentang kerasulan, wahyu, kitab suci Al-Qur’an, soal mukmin & kafir, hubungan makhluq dengan khaliq, makhluq dengan makhluq, makhluk dengan alam, soal akhir hidup manusia yaitu surga dan neraka, dan lain sebagainya.
Islam mengandung banyak sekali aspek-aspek kemanusiaan baik itu manusia sebagai hamba Allah, manusia sebagai khalifah di muka bumi, manusia sebagai seorang individu, manusia sebagai makhluk sosial, dan sebagainya. Tidak ada yang terlewatkan dalam Islam, itu semua karena memang Islam tidak hanya terdiri satu-dua aspek saja. Islam terdiri dari aspek teologi, aspek ibadat, aspek moral, aspek mistisisme, aspek falsafah, aspek sejarah, aspek kebudayaan dan aspek-aspek lainnya. Ketika kita ingin mengenal Islam secara utuh (kaffah), maka kita harus mengenal Islam dari semua aspek seperti yang telah saya sebutkan di atas, karena ketika kita hanya mengenal Islam dari satu-dua aspek saja, maka akan menimbulkan pengetahuan yang tidak lengkap pula dari Islam itu sendiri.
Saat ini banyak sekali pandangan buruk tentang Islam. Ada yang mengatakan Islam identik dengan teroris, Islam adalah agama yang sempit, Islam begitu kolot karena tidak sesuai dengan perkembangan modern dan anggapan-anggapan miring lainnya. Sebenarnya anggapan-anggapan itu bukan tanpa sebab, mungkin memang ada muatan unsur politik di dalamnya, tapi ada hal lain yang menjadikan Islam saat ini mempunyai klaim yang buruk, bisa jadi ini dikarenakan banyak orang Islam yang memahami serta mengamalkan Islam hanya dari satu-dua aspek saja. Mereka kadang melihat Islam dari aspek teologinya saja tanpa memperhatikan aspek moral, sejarah, falsafah, budaya dan lain sebagainya. Ketika Islam dipahami sebatas itu saja, maka manifestasi dari Islam itu sendiripun tidak akan utuh, yaitu Islam Rahmatan lil ’Alamin (rahmat bagi semua alam). Inilah yang menjadikan orang-orang Islam kadang terlihat arogan serta kasar. Sesungguhnya Islam tidaklah arogan, melainkan orang-orangnyalah yang sering mengartikan Islam dengan arogan.
”Agama Islam adalah agama yang bebas tapi terbatas.
Fleksibel tapi juga agama yang tegas”

Subscribe to receive free email updates: